Minggu, 18 Agustus 2019

Semarak Karnaval Budaya di Komplek Cipto Sambut HUT ke-74 Kemerdekaan RI

komplek-cipto.blogspot.com (18/8) – Untuk menyambut dan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, warga RW09 Perumahan Pegawai RSCM (Komplek Cipto) di desa Cilebut Barat kecamatan Sukaraja kabupaten Bogor menggelar karnaval dan sepeda hias, Minggu (18/8/2019). Acara ini diikuti ratusan peserta mulai dari pelajar anak-anak sampai orang dewasa. Acara juga diikuti oleh warga dari 8 RT yang ada di Wilayah RW.09 Perumahan Pegawai RSCM.

Pantauan komplek-cipto.blogspot.com, arak-arakan yang ditampilkan oleh setiap peserta berbeda-beda dan memiliki keunikan tersendiri. IRMAS (Ikatan Remaja Masjid Asy-Syifa) yang ditunjuk menjadi panitia oleh ketua RW09, telah menentukan pakaian adat masing-masing RT lengkap dengan simbulnya.

Keanekaragaman pakaian adat, kreatifitas bentuk tokoh-tokoh pahlawan, serta miniature bangunan adat dan kreativitas lainnya membuat masyarakat komplek cipto dan warga lain yang menyaksikan merasa terhibur.

Karnaval dan Sepeda Hias merupakan salah satu kegiatan yang paling ditunggu oleh warga secara resmi dibuka dan dilepas oleh wakil ketua RW.09, M.Romli Filfil, Minggu (18/8/2019) jam 03:00 wib, di halaman kantor RW09. 8 RT di wilayah RW09, semuanya ikut ambil bagian, dan menampilkan ciri khas masing-masin.

Arak-arakan karnaval melalui jalan-jalan ingkungan di wilayah komplek cipto. Berkumpulnya kita di sini dan bersama-sama memeriahkan karnaval dan sepeda hias dalam menyambut HUT Kemerdekaan membuktikan bahwa SDM di komplek cipto, memang sangat maju dan unggul, sesuai tema nasional HUT Kemerdekaan tahun ini,” kata Filfil. “Antusiasme warga hari ini menjadi bukti,” sambungnya. (Noer69)


PERINGATI HUT KE-74 RI, KOMPLEK CIPTO GELAR JALAN SEHAT

Komplek-cipto.blogspot.com (18/8) – PKK RW.09 Perumahan Pegawai RSCM (Komplek Cipto) desa Cilebut Barat kecamatan Sukaraja kabupaten Bogor menggelar kegiatan Jalan Sehat Merah Putih 4K, pada Minggu (18/8/2019) untuk memperingati Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia.

Mengusung semangat tema nasional HUT ke-74 Republik Indonesia tahun 2019 “SDM Unggul  Indonesai Maju” kegiatan dimulai dengan senam. Warga komplek cipto memadati area taman dan jalan Boulevard RSCM sejak puluk 05:30 wib.

Tepat pukul 06:30 wib, peserta jalan sehat  diberangkatkan dari halaman kantor RW.09 dan dilepas oleh wakil ketua RW09 Mohamad Romli Filfil. Dalam sambutannya mewakili ketua RW09 sebelum melepas peserta jalan sehat, Filfil menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh warga komplek cipto yang mengikuti lomba dan telah menunjukkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan.

Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada PKK RW09 yang telah mempersiapkan kegiatan itu dengan baik. “Dengan semangat tema nasional HUT ke-74 Republik Indonesia tahun ini, yaitu SDM Unggul Indonesia Maju, mari kita bangun lingkungan kita dengan kebersamaan dan gotong royong demi kemajuan dan kenyamanan kita bersama. Karena tanpa kebersamaan kita yakin semua harapan kita tidak akan terwujud” kata Filil.

Lomba Jalan Sehat Merah Putih 4K yang diikuti lebih dari 500 peserta menempuh jarak 3,9km dengan route, start di halaman kantor RW.09 menuju jalan raya Bojong-Cilebut ke arah petahunan. Peserta kemudian menyusuri jalan H.Yacob. BST – jalan Peguyuban – jalan Bojong Sempuh – jalan Batu Gede – jalan Raya Bojong Jengkol – Masuk Perum Pesona 1 RW.13 – kembali ke komplek cipto, jalan Kapulaga – jalan Boulevard RSCM dan Finish di halaman kantor RW.09.

Tidak ada pemenang dalam lomba jalan sehat itu. Tapi panitia menyiapkan doorprize dengan jumlah yang banyak. Setiap peserta dibagikan kupon dan pengundian kupon doorprize dilakukan di halaman kantor RW.09.

Selain jalan sehat, pagi itu juga ada bazar yang menjual berbagai panganan dan barang-barang asessoris dengan harga yang sangat murah. “Untuk menggali potensi dan medorong ekonomi warga komplek cipto” kata Rosmiati, ketua PKK.RW09. (Noer69)


Selasa, 13 Agustus 2019

KEGIATAN QURBAN TANPA IBU-IBU AKAN TERKESAN HAMBAR

Foto: Ibu-ibu RT04 Menyiapkan Konsumsi Untuk Pantia Qurban
Komplek-cipto.blogspot.com (13/8) - Menurut ajaran Islam, tidak ada larangan bagi perempuan untuk berperan aktif dalam masyarakat. Perempuan berhak untuk mengekspresikan dan mengembangkan potensi dan kemampuan yang ada dalam dirinya. Adapun peran langsung yang dapat dilakukan oleh perempuan adalah peran sebagai seorang anak, istri, ibu, dan peran sebagai anggota masyarakat. Dalam posisi sebagai anggota masyarakat, perempuan dan laki-laki memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam membangun lingkungan.

Seperti yang ditunjukkan ibu-ibu warga RT04 pada kegiatan Qurban 1440 H, hari Minggu (11 Agustus 2019) lalu. Suksesnya pelaksanaan kegiatan Idul Adha dan Qurban tahun ini tak bisa dilepas dari peran ibu-ibu.

Bila sekedar mendapatkan makanan untuk berbuka selepas sholat idul adha dan konsumsi bagi panitia, di jaman sekarang mungkin tidak terlalu susah karena banyak warung padang, warung tegal atau masakan sunda. Bahkan panitia bisa order makanan melalui “Go Food” atau “Grab Food”. Tapi pasti kesannya berbeda.

Kehadiran ibu-ibu dalam kegiatan di lingkungan akan menambah kehangatan suasana dan semangat bagi bapak-bapak. Suasana terlihat lebih guyub, kompak dalam semangat kebersamaan.

Pada perayaan Idul Adha dan Qurban 1440H tahun ini, ibu-ibu RT04 mendapat tugas menyiapkan konsumsi bagi panitia qurban, mulai dari berbuka, makan siang dan sore, hingga menyiapkan kopi, teh, serta camilan bagi bapak-bapak yang sibuk mengerjakan pemotongan hewan qurban hingga mengemas daging untuk didistribusikan.

Adalah Yusnita, Hj. Oneng, Dwi Rahayu, Etty Sugiarti yang mengkoordinir ibu-ibu lainnya menyiapkan menu makanan untuk bapak-bapak panitia. Mereka terlihat sudah sibuk sejak 2 hari sebelum pelaksanaan kegiatan.

Ibu-ibu warga RT04 bahu-membahu, bergotong royong memasak bersama di gedung warga RT04 yang dijadikan dapur umum sementara.

Saat dimintai komentarnya oleh kontributor komplek-cipto.blogspot.com, tentang peran ibu-ibu di lingkungannya, Ipnuri Fatah mengatakan, "Jangan sekali-kali meninggalkan mmak-mmak dalam kegiatan apapun, karena pasti kegiatan itu tidak akan meriah dan akan terkesan hambar".(Noer69)

KEGIATAN QURBAN MELAHIRKAN CALON PEMIMPIN MASA DEPAN

Komplek-cipto.blogspot.com – (13/8) Idul Adha merupakan hari raya Islam yang diperingati sebagai hari libur nasional di Indonesia. Hari raya ini dikenal juga dengan nama Hari Raya Kurban. Idul Adha diperingati setiap tanggal 10 bulan dzulhijjah, yang merupakan bulan terakhir tahun Hijriah dalam penanggalan Islam.

Minggu, 11 Agustus 2019 lalu masyarakat RW09 Perumahan Pegawai RSCM desa Cilebut Barat kecamatan Sukaraja kabupaten Bogor merayakan hari raya idul adha, dimana sebagian warga muslim yang mampu untuk berqurban, membagi sebagian rezekinya pada warga lain yang kurang mampu, hukum berqurban adalah sunah mu'akad yaitu sunah yang dianjurkan, hari raya idul adha bisa diartikan sebagai harinya senang-senang bagi semua masyarakat, terutama masyarakat yang kurang mampu bisa menikmati daging qurban.

Di berbagai lapisan masyarakat menyambut dengan gembira hari raya idul adha dengan berbagai cara dan versinya masing-masing. Seperti yang dilakukan Romi Andrian, ketua RT04 bersama warganya mengadakan acara bakar sate di halaman gedung warga RT04 pada Minggu malam selepas kegiatan qurban.

RT04 yang kebetulan tahun mendapat giliran menjadi panitia pelaksa qurban di masjid Asy-Syifa tergolong sukses. 35 ekor hewan qurban (Udhhiyah), terdiri dari 15 ekor sapid an 20 ekor kambing, merupakan prestasi yang patut diberi penghargaan, karena ditengah sulitnya ekonomi warga Komplek Cipto, RT04 berhasil mengumpulkan hewan qurban melampaui jumlah hewan qurban tahun 2018 yang saat itu memotong 34 ekor hewan qurban terdiri dari 13 ekor sapid an 21 ekor kambing.

Sebuah catatan prestasi bagi Romi Andrian yang baru satu bulan menjabat sebagai ketua RT04 menggantikan Dadang Umar. Kepercayaan sebagai pelaksana kegiatan qurban yang diberikan oleh DKM Masjid Asy-Syifa selaku penanggung-jawab dan tuan rumah kegiatan Idul Adha dan qurban, tidak ia sia-siakan.

Sukses kegiatan itu tak lepas juga dari besarnya support dari para senior yang sudah sangat berpengalaman dalam kegiatan qurban, sebut saja Mohamad Soleh, Muharman, Mohamad Romli Filfil, dan yang lainnya termasuk dari ketua dan pengurus DKM, Ketua RW09, para penasehat DKM, para ketua RT lainnya, para peracik, juga dari Hamdani Maruapay, ketua DKM terdahulu yang turut membagi pengalamannya dalam pengelolaan kegiatan qurban.

Yang patut dibanggakan pula adalah bahwa yang ditunjuk sebagai ketua panitia juga dari kalangan muda, yaitu Wawan Setiawan, sekretaris RT04. Peran lainya yang tidak kalah penting dalam suksesnya penyelenggaraan qurban di masjid Asy-Syifa adalah dari ibu-ibu warga RT04. Mulai dari 3 hari sebelum hari raya, ibu-ibu sudah sibuk mempersiapkan konsumsi bagi panitia yang jumlahnya lebih dari 200 orang.

Kegiatan qurban tahun ini memang memunculkan kaum muda yang sangat bisa diharapkan siap memimpin komplek cipto di kemudian hari, sebut saja tokoh muda lainnya, seperti; Wahyu Tri Wibowo (RT01), M. Alfi Syahri (RT08), Andi Suryadi (RT08), Jeji M. Najid (RT07), Cecep (RT07), Mulyadi (RT03), Galih (RT04), Taufiq (RT03), Nabil (RT02), dan masih banyak yang lainnya."Kaderisasi dan proses regenerasi pemimpin harus dilakukan baik oleh RW maupun DKM, agar kelak kita tidak kebingungan mencari pemimpin". ucap Ipnuri Fatah, ketua RW09.

Sambil mensyukuri dan bergembira atas lancarnya kegiatan qurban hari itu, juga untuk mempererat silaturhmi dengan warganya, Romi mengadakan acara bakar-bakar daging dan sate di halaman gedung warga RT04. Acara bakar-bakar yang berlangsung dari ba’da Isya’ sampai sekitar jam 01:00 wib itu terlihat sangat membahagiakan seluruh warga RT04.

Kegiatan bakar-bakar daging qurban oleh warga juga terlihat di sudut-sudut gang di seluruh lingkungan komplek Cipto sampai ke komunitas dirver Ojeg Online, serta petugas keamanan komplek. (Noer69)



Senin, 12 Agustus 2019

MEMBENTUK REMAJA MASJID YANG TANGGUH

Foto: Anggota IRMAS Saat Acara Berbuka Sebelum Pelaksanaan Qurban
komplek-cipto.blogspot.com - (12/8) Seorang remaja mempunyai andil besar bagi perubahan lingkungannya. Ia pun mampu membawa teman-temannya agar sadar dan mengenal Islam. Sudah saatnya remaja peduli. Siapa lagi yang akan memperjuangkan Islam di tengah-tengah masyarakat kalau bukan mereka? Dulu ketika SK jilbab belum keluar, remaja juga yang bergerak dan berjuang.Itu hanya salah satu contoh.

Sekarang pun di saat kesadaran berislam sudah tinggi, saatnya remaja berperan untuk membuat masyarakat rindu Islam. Ketika ada teman yang gak sholat, pacaran aja kegiatannya, dugem, dan banyak aktifitas maksiat lainnya, siapa yang bisa menyadarkan mereka? Bukan para kyai, bukan para guru, bukan pula para dai tua yang seringkali tak paham dengan karakter remaja. Jadi yang paling efektif menyadarkan mereka adalah teman-temannya sendiri yaitu kamu sebagai generasi muda.

Pemikiran itulah yang mendasari Ipnuri Fatah ketua RW09 periode 2014-2019 menggeser tanggung-jawan kegiatan remaja di lingkungannya. Ketika “Karang Taruna” semakin tak bisa diharapkan menjadi leader penggerak kegiatan kepemudaan, ipnuri langsung berkoordinasi dengan DKM Asy-Syifa agar “IRMAS” atau Ikatan Remaja Masjid Asy-Syifa mau mengambil peran dan tanggung-jawab itu.

Remaja masjid harus keluar kandang. Mereka tidak melulu harus mengurus kegiatan-kegiatan ritual dan keagaan di masjid. Mereka harus mau membuka diri mengurus kegiatan-kegiatan lingkungan di luar masjid, bila mereka tidak ingin lngkungan diurus orang lain”. Ucap Ipnuri Fatah

RW dan DKM berusa melibatkan IRMAS dalam kegiatan lingkungan  mengajak para anggota IRMAS itu untuk terlibat dalam kegiatan sosial. Misalnya kegiatan HUT ke-74 tahun ini, IRMAS diberi tugas menyelenggarakan kegiatan Karnaval dan Sepeda Hias. Juga membantu PKK dalam pelaksanaan lomba jalan sehat dan bazar, yang kesemuanya akan berlangsung tanggal 17 dan 18 Agustus minggu depan.

Dalam kegiatan Qurban yang berlangsung kemarin, IRMAS telah menunjukkan dirinya sebagai remaja yang mampu bekerja sama dengan para orang tua, mereka sangat pro-aktif. Mereka terlibat di semua seksi dan bagian. Mulai dari pendokumentasian sampai merapihkan dan membersihkan bekas kegiatan Qurban. Bahkan ketika para bapak-bapak sudah mulai meninggal masjid, para remaja itu masih sibuk menyapu, mengepel dan membersihkan karpet yang penuh dengan bekas darah herah qurban.

Melihat perannya di kegiatan qurban kemarin, mereka harus diberi kesempatan dan tanggung-jawab pada kegiatan baksos di lingkungan ini agar mereka lebih menghargai sesama dan pandai bersyukur. Atau bisa juga mengajak mereka dalam sebuah kepanitiaan atau peserta seminar Islam untuk remaja. Keterlibatan seperti ini membuat mereka menjadi bagian dari umat dan merasa berharga. Jangan lupa setelahnya kita harus berterima kasih dan memberi apresiasi atas apa yang telah mereka lakukan. (Noer69)

Minggu, 11 Agustus 2019

MASJID ASY-SYIFA TAHUN INI POTONG 35 HEWAN QURBAN

Foto: (dari kiri) Romi Andrian (ketua RT04) dan Wawan Setiawan (Ketua Panitia)
Sedang menghitung ulang jumlah kantong daging yang akan dibagikan.
Komplek-cipto.blogspot.com (11/8) - Masjid Asy-Syifa RW09 Perumahan Pegawai RSCM desa Cilebut Barat kecamatan Sukaraja kabupaten Bogor, melaksanakan penyembelihan 35 ekor hewan kurban jenis sapi dan kambing Ahad (11/8/2019), menarik anusias warga perumahan maupun dari warga di luar perumahan.

Pantauan komplek-cipto.blogspot.com saat ini, banyak warga yang datang untuk melihat proses pemotongan hewan qurban.

"Setiap tahun memang ramai kalau ada pemotongan seperti ini, warga ingin tau proses pemotongan sapi dan kambing," ucap Soleh, salah seorang anggota panitia Idul Adha dan Qurban (11/08/2019).

Ia menambahkan, sekarang sapi yang dipotong berjumlah 15 ekor dan 20 ekor kambing. Tidak hanya orang dewasa tapi anak-anak juga ikut bantu proses pemotongan.

Foto: Situasi Antisias Warga Melihat Proses Pemotongan
Hewan Qurban Di Masjid Asy-Syifa
Pemotongan yang dilakukan di Perumahan Pegawai RSCM, lebih tepatnya di Masjid Asy-Syifa sudah berlangsung sejak jam 8 pagi tadi. "Ini pengalaman saya pertama sebagai ketua RT dan penanggung jawab koordinasi kegiatan Qurban, sangat mengesankan melihat kompaknya seluruh panitia", kata Romi Andrian, ketua RT04.

Yuwono Hendro Kartomo, ketua DKM Asy-Syifa mengatakan, "Warga akan terus ramai sambil menunggu saat pembagian daging qurban".

Tahun ini panita sudah menyiapkan kupon sebanyak 800 lembar kupon untuk warga dalam, untuk Sohibul qurban sebanyak 125 lembar kupon, pantia 280 lembar kupon, 500 lembar kupon untuk warga luar perumahan, termasuk untuk perangkat desa, Binmaspol, Babinsa, Ormas dan Mubaligh/ khotib pengisi kegiatan di masjid As-Syifa. Jadi jumlah kupon yang disiapkan oleh panitia  berjumlah 1,705 lembar. 

Sedangkan Wawan Setiawan sebagai tokoh muda yang diharap dapat berkiprah dan berkontribusi lebih besar dalam kegiatan di lingkungan RW09 terlihat sangat rapih dalam mengkoordinir panitia, "Memang kami minta kepada teman-teman yang lebih senior dan lebih berpengalaman dalam kegiatan qurban, terutama kepada pak Muharman, pak Soleh dan ketua DKM, untuk mensupport dan membimbing rekan-rekan muda sebagai persiapan regenerasi kepemimpinan di lingkungan ini" kata Ipnuri Fatah, ketua RW09.(Noer69)

Senin, 05 Agustus 2019

DKM ASY-SYIFA SASAR KEGIATAN “PARENTING”

Foto: Dra Euis Sufi Jatiningsih
komplek-cipto.blogspot.com - (5/8) Pada dasarnya, orang tua selalu ingin memberikan yang terbaik bagi anak. Namun, seiring perkembangan zaman, pola asuh anak pun harus disesuaikan.

Pola asuh positive parenting dinilai tepat bagi orang tua masa kini untuk diterapkan kepada anak-anaknya yang merupakan generasi milenial. Pasalnya, pola asuh ini diyakini dapat membantu orang tua menerapkan disiplin yang efektif tanpa kehilangan momen menyenangkan bersama anak.

Hari Minggu lalu (4/8/2019) DKM Masjid Asy-Syifa bekerja sama dengan Rumah Keluarga Indonesia, kecamatan Sukaraja menyelenggarakan kegiatan parenting yang bertema “Pola Asuh Ideal Bagi anak Milenial”. Acara berlangsung di ruang masjid Asy-Syifa dari jam 08:00 sampai menjelang sholat Dzuhur.

Kegiatan yang baru pertama diadakan di lingkungan komplek cipto mendapat perhatian yang besar dari masyarakat. Hal itu terlihat dari jumlah peserta yang mengisi buku daftar hadir berjumlah 91 orang, ibu-ibu hampir memenuhi ruang masjid Asy-Syifa. “Target kami 100 peserta, Alhamdulillah mencapai target, baarokallohu” kata Dewi Murti, salah seorang panitia.

Kegiatan seminar parenting yang berlangsung setengah hari ini menyasar kaum ibu-ibu di lingkungan komplek cipto.menghadirkan pakar parenting anak dan pendidikan islami, Dra Euis Sufi Jatiningsih.

Adapun tujuannya adalah;
  1. Meningkatkan pemahaman tentang pola asuh secara Islami.
  2. Meningkatkan keharmonisan hubungan dalam keluarga terutama antara orang tua dan anak.
  3. Mencetak anak-anak yang berkarakter, santun sesuai ajaran Islam
  4. Orang tua mampu membentengi keluarga dan anak-anak dari berbagai penyakit social.
Ketua DKM Masjid Asy-Syifa, Yuwono Hendro Kartomo yang memberi sambutan dalam kegiatan itu menyampaikan rasa syukurnya, karena selain terus berusaha bekerja sama dengan RW dalam pembinaan anak muda di lingkungan komplek cipto, sekarang ada komunitas lain yang juga punya perhatian sama. “Saya mengaharapkan kegiatan-kegiatan semacam ini sering diadakan, dan tentu DKM bersama RW dimasa datang akan membantu” kata Hendro dalam sambutannya.

Sedangkan Ketua RW09, Ipnuri Fatah tidak hadir dalam kegiatan itu. Ia sedang istirahat karena sakit. Namun dalam wawancara dengan komplek-cipto.blogspot.com via sambungan telpon, ia sangat mengapresiasi kegiatan itu.


Selanjutnya Ipnuri menjelaskan; 
Pola asuh diawali dengan melihat sisi positif anak dan anak pun memiliki kesempatan untuk bersuara. Lalu, bagaimana cara menerapkan pola asuh positive parenting

Pertama, orang tua diharapkan menjadi model yang baik bagi anak.

Kedua, meluangkan waktu berkualitas secara rutin dengan anak, misalnya dengan menemani anak mengerjakan PR atau sholat berjamaah dengan anak.

Ketiga, orang tua diharapkan fokus pada perilaku positif anak. Memberikan pujian kepada anak. Orang tua tidak melulu fokus pada prestasi anak. Jika anak memiliki perilaku yang baik, suka menolong, itu lebih baik,

Keempat, orang tua harus memberikan konsekuensi logis, bersikap tegas, disiplin, jelas, dan konsisten. Saat mengerjakan PR misalnya, kasih pilihan. Kalau tidak segera dikerjakan, konsekuensinya bisa jadi PR enggak selesai, bisa jadi pagi kebingungan.

Kelima, orang tua harus berdiskusi dan bernegosiasi dengan anak. Menurutnya, orang tua mesti memonitor apa yang dikerjakan anak dan mengingatkan manajemen waktu untuk melakukan sesuatu dengan tuntas.

Orang tua juga harus menciptakan komunikasi yang efektif dengan anaknya. Selanjutnya, orang diharapkan dapat memberi ruang tumbuh dan memberi kesempatan bagi anak untuk melakukan kesalahan.

Hal Ini penting karena anak bisa belajar dari kesalahan.

Terakhir, orang tua harus memberikan cinta tanpa syarat. Maksudnya, orang tua mesti paham bahwa anak memiliki keunggulan dan potensi masing-masing.

Resume Seminar atau Kajian "Parenting"
Dra Euis Sufi Jatiningsih, memaparkan di era digital dan segala perkembangan zamannya sudah seharusnya orang tua membekali diri dengan pengetahuan. Orangtua (Ayah dan Ibu) harus satu misi, visi dan frekuensi dalam menjalani bahtera rumah tangga.

Berharap bukan saja Sakinah Mawadah wa Rahmah,tapi juga berharap mnjadi keluarga Musyfiqin (keluarga yang takut kepada Allah SWT, takut bermaksiat kepada Allah dan mendurhakainya).

Tidak bisa dipungkiri saat ini ada benda yang sangat berpengaruh pada kehidupan kita,yaitu gadget,sebuah benda yang bila tidak bisa kita manfaatkan akan menimbulkan kemudharatan lebih besar.

Sumber masalah remaja saat ini yang paling krusial adalah “Pornografi”,yang sangat mudah di akses lewat smarthphone Oleh karena itu sebagai orang tua harus membentengi anak-anaknya seperti dalam “QS. An Nur 30-31”

Lalu apa yang harus kita lakukan?
Berikut adalah langkah-langkah yang harus orangtua lakukan:
Jangan memberikan HP pada anak dibawah umur, "beliau mencontohkan kalau beliau baru memberikan hp kepada anaknya ketika sudah lulus SMA". Doakan dengan kesungguhan hati,sepanjang waktu.

Untuk Anak:
  1. Mendoakan Anak solih QS.As Saffat 100
  2. Mendoakan anak sebagai ahlul ibadah QS. Ibrahim 40
  3. Kuat Iman Islam QS.Al Furqon 17
  4. Syukur dan amal QS.Al Ahqaf 15
  5. Keturunan yang baik QS.Ali Imron 38
Untuk Negara:
  1. Karena lingkungan dan negara juga faktor penting
  2. Negara yang aman QS. Ibrahim 35
  3. Negeri yang makmur QS. Al Baqarah 126
Orang tua terutama ibu harus terus belajar, mengikuti perkembangan zaman. Selanjutnya selalu kembali kepada Al Quran untuk menyelesaikan segala urusan dan permasalahan. 

Acara dibuka dengan pembacaan Al-Qur'an oleh Dewi Murti disambung dengan sambutan ketua pelaksana Wie Cie. Dan acara ditutup dengan pembagian DoorPrize. (Noer69)

Minggu, 04 Agustus 2019

PANITIA QURBAN MASJID ASY-SYIFA SELENGGARAKAN RAPAT PERSIAPAN

Foto: (dari kiri) Samsuhono, M.Faisal, Pitoyo, M. Romli Filfil, Ipnuri Fatah,
Yuwono Hedro K, H. Achmad Djunaedi, Agus Badrujaman, dan Wawan Setiawan
Komplek-cipto.blogspot.com – (6/8) Ketua DKM Masjid Asy-Syifa, Yuwono Hendro Kartomo memimpin rapat koordinasi panitia Idul Adha dan Qurban 1440H/ 2019H di teras masjid Asy-Syifa RW09 Perum Pegawai RCM desa Cilebut Barat kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor malam ini, Minggu (6/8/2019). Rapat dibuka oleh sekretaris panitia Mohamad Soleh jam 20:30 dan ditutup dengan do’a oleh Drs. Ashadi tepat jam 22:00 wib.

Selain ketua DKM, hadir juga dalam rapat itu, diantaranya; Ipnuri Fatah, Ketua RW09 Perum Pegawai RSCM, Ketua RT01 Agus Sukma, Ketua RT04 Romi Andrian, Ketua RT05 Amar Taufiqurrahman, Ketua RT06 Sardjono, dan Ketua RT07 Mohamad Najib, hadir pula Yusnita, ketua Majelis Ta’lim Asy-Syifa bersama ibu-ibu warga RT04 yang akan mengkoordinir penyediaan komsumsi di hari H. Sedangkan ketua RT02, RT03 dan RT08 tidak hadir.

Dalam sambutannya ketua DKM Masjid Asy-Syifa, Yuwono Hendro Kartomo, menyampaikan ucapan terima kepada seluruh peserta yang hadir. Hendro juga berharap adanya peningkatan jumlah hewan qurban (Udlhiyyah) sebagai manifestasi kepercaan ummat kepada masjid.

Sambutan lainnya disampaikan oleh Ipnuri Fatah, ketua RW09. Ia memberikan apresiasi kepada kepengurusan DKM dan kepanitiaan qurban tahun ini yang telah menunjukkan kinerjanya dengan lebih baik. Ipnuri mengajak peserta rapat untuk meningkatkan kwalitas pelayanan kepada ummat, terutama pelayanan pemotongan qurban sebagai amanah dari shohibul qurban (Tadlhiyyah).

Ketua Panitia, Wawan Setiawan menyampaikan progress perolehan hewan qurban sampai menjelang acara rapat dimulai, ada 69 warga yang sudah tercatat sebagai tadlhiyyah atau shohibul qurban. Di masjid itu shohibul qurban familiar disebut muqorrobin. 1 sapi dari RS dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Dan 3 ekor sapi dari RT02 dan RT08 dan keluarga Wasmo. Jadi jumlah sapi yang akan dipotong oleh panitia sudah ada 14 ekor sapi. 

InsyaAllah jumlah hewan qurban akan terus bertambah sampai hari H pelaksanaan qurban”, kata Agus Badrujaman dan Muharman, anggota panitia.

Mewakili Ketua RT04 yang pada saat rapat kurang sehat, H.Achmad Djunadi menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seuruh warga dan jamaah masjid yang telah memberi kepercayaan kepada RT04 untuk menjadi panitia pelaksan qurban tahun ini. “Mohon jangan segan untuk membari masukan kepada kami demi perbaikan pelaksanaan”, tambah H.Achmad Djunaedi

Acara rapat yang dipandu oleh Mohamad soleh juga membahas tentang teknis pelaksanaan qurban. Mulai dari menetapkan tim potong sampai pendistribusian.

Wahyu Tri Wibowo, selaku penanggungjawab racik, menjelaskan mekanisme kerja tim racik sampai pengemasan.  Tiap kantong besar nanti akan terdiri dari 3 kantong kecil. Masing-masing kantong kecil terdiri dari daging, tulang dan jeroannya. Setiap kantong akan di-isi sekitar 3/4kg daging murni, selain tulang dan jeroan di kantong yang lain.

Perihal pengelolaan kulit masih menjadi bahan diskusi yang menyita perhatian peserta rapat. Namun ketua DKM dan ketua RW memastikan akan terus dilakukan perbaikan yang sesuai dengan syarit qurban.

Mohamad Soleh juga membacakan susunan kepanitian yang berjumlah lebih dari 200 orang. Untuk pembuatan kupon pengambilan daging qurban masih jumlahnya masih mengunggu daftar penerima daging qurban dari tiap-tiap ketua RT. (Noer69

LISTRIK MATI TOTAL, PESTA PERNIKAHAN WARGA TETAP BERLANGSUNG

Komplek-cipto.blogspot.com –(4/8)  Akibat gangguan sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 KV. Karena itu, aliran listrik di Jabodetabek, sebagian Jawa Barat, dan Jawa Tengah padam. Tak terkucuali di wilayah RW09 Perumahan Pegawai RSCM, desa Cilebut Barat kecamatan Sukara kabupaten Bogor. Listri mati dari jam 11:48 sampai jam 11:45 sampai jam18:30 wib, minggu (4/8/2019)

Kejadian ini sangat berdampak kepada warga komplek Cipto, sebagian aktivitas warga komplek cipto terganggu, terutama banyak warga yang mengeluh kesulitas air, tidak bisa mencuci dan nyetrika.

Sebagian warga sibuk menjemput anggota keluarganya yang tertahan di stasiun depok karena perjalan KRL juga ikut terganggu. “Anak saya lagi jemput istri di stasiun Depok, keretanya ga bisa jalan” kata Mohamad Soleh kepada kontributor komplek-cipto.blogspot.com, tadi siang.

Akibat listrik padam, 240 perjalanan KRL dibatalnkan. Warga yang kebetulan masuk kerja harus mengeluarkan kocek lebih banyak karena KRL yang menjadi transportasi andalan mereka tidak beroperasi. Akhirnya sebagian warga harus naik taksi online agar bisa segera pulang.

“Hari ini juga ada acara hajatan warga keluarga bu Titik di RT03, “tapi alhmadulillah, karena tingginya jiwa gotong-royong warga di komplek ini, semua kesulitan bisa diatasi. Acara hajatan bisa berjalan sampai selesai”, kata Ipnuri Fatah, ketua RW09. Hal senada juga disampaikan Iwan Kulit, tukang pompa di komplek cipto. (Noer69)
  

Sabtu, 03 Agustus 2019

H-8 JUMLAH HEWAN QURBAN DI KOMPLEK CIPTO TERUS BERTAMBAH

Foto: (dari kiri) Romi Andrian, Wawan Setiawan, Mohamad Soleh, 
Dadang Umar, H.Achmad Djumaedi, M. Romli Filfil, Suryana dan Muharman
Komplek-cipto.blogspot.com - (3/8) Ketua RT04, Romi Andrian memastikan sampai kemarin, Jumat (2/8/2019) jam 21:46 wib warga komplek cipto yang terdaftar sebagai tadlhiyyah (orang yang akan melaksanakan qurban) berjumlah 59 orang. Bila dikolektif 1 ekor sapi untuk 7 orang (tadlhiyyah), maka jumlahnya menjadi 8 sapi lebih 2 orang.

Insya-Allah hari ini akan diusahakan mencari 5 orang lagi untuk mencapai 9 ekor sapi”, kata Mohamad Soleh dan Muharman, anggota panitia kepada kontributor komplek-cipto.blogspot.com.

Informasi dilapangan dikabarkan dari RT02 dan RT08 masing-masing akan mengirim 1 ekor sapi, jika ditambah dari RS dr. Cipto Mangunkuso, Jakarta, maka jumlah hewan qurban (udlhiyyah) yang akan dipotong oleh panitia qurban masjid Asy-Syifa Komplek Cipto berjumlah 11 ekor lebih.

Panitia qurban masjid Asy-Syifa menargetkan peroleha hewan qurban sebanyak 14 ekor sapi. Sebab pada Idul Adha tahun lalu sapi yang dipotong di masjid ini berjumlah 13 ekor sapi dan 21 ekor kambing/ domba.

Kemarin Jumat (2/8/2019) dari jam 20:30 sampai 23:30, beberapa orang anggota panitia berkumpul di rumah ketua RT04 untuk mematangkan persiapan pelaksanaan qurban, diantaranya Romi Andrian, Wawan Setiawan, Mohamad Ramli Filfil, Mohamad Soleh, Muharman, H. Achmad Djunaedi, Suryana, dan Dadang Umar.

Pertemuan-pertemuan informal seperti ini hampir setiap hari dilakukan oleh panitia, DKM dan RW. “Biasanya kamu ngobrol di sekretariat masjid setipa ba’da sholat magrib. Tapi karena beberapa anggota panitia pulangnya malam, jadi pertemuan kami adakan di rumah pak romi” kata Wawan Setiawan, ketua panitia. (Noer69